Buku Cross-Cultural Communication secara umum mengulas komunikasi antara individu atau kelompok dengan latar belakang budaya yang berbeda, mencakup bahasa, norma sosial, gaya hidup, dan nilai-nilai yang unik. Tujuannya adalah untuk membantu pembaca memahami dan mengelola perbedaan budaya agar dapat berkomunikasi secara efektif dalam konteks global.
Abstrak Belum Tersedia
GLOBAL ORGANIC AGRICULTURAL INNOVATIONS covers major innovations and research in organic agriculture from 18 countries and areas around the world. This edition showcases the diversity and robustness of the growth of organic agriculture around the world. More than seventy innovators and researchers contribute to this edition which covers themes from climate change impacts on organic agriculture,…
Abstrak Belum Tersedia
Abstrak Belum Tersedia
Abstrak Belum Tersedia
Ditulis oleh ahli yang sudah 25 tahun berkiprah sebagai praktisi manajemen sumber daya manusia, buku ini memberi anda panduan praktis, sistematis, langkah demi langkah untuk menyusun dan menerapkan kebijakan, strategi dan sistem imbalan yang tepat, yang akan mendukung kelangsungan bisnis anda. Dengan memperhatikan "setting" dunia usaha dan budaya Indonesia, berikut kerangka peraturan perundanga…
Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tuntutan untuk mendalami suatu budaya organisasi merupakan hal yang tidak dapat ditunda-tunda. Fakta-fakta penelitian empiris menunjukkan bahwa budaya organisasi merupakan muara dari semua disiplin ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi yang makin menjadi gaya hidup (life style) organisasi perusahaan modern. Dengan demikian dalam persaingan global yang mak…
Menurut Gareth R. jones, "Organizational culture is the set of shared values that control organizational members interaction with each other and with suppliers, customers, and other people outside organization," yang artinya budaya organisasi merupakan seperangkat nilai bersama yang mengontrol interaksi setiap anggota organisasi, juga dengan para pemasok, pelanggan, dan pihak-pihak lain di luar…
Buku ini memperlihatkan kepemurahan yang elok akan minat progresif Barthes terhadap makna (dia menyebutnya ?signifikasi?) ihwal hampir segala sesuatu di sekitarnya, bukan hanya buku-buku dan lukisan seni tinggi, tetapi juga berbagai slogan, hal-hal sepele, boneka, makanan, dan ritual pop (berlayar, striptease, makan, pertandingan gulat) dalam kehidupan kontemporer.
Dalam kajian pengantar yang mudah dipahami ini, penulis mengidentifikasi beberapa pendekatan feminis kunci terhadap budaya populer dari tahun 1960-an sampai 1990-an. Penulis juga menunjukkan bagaimana hubungan antara feminisme, femininitas, dan budaya populer sering bermasalah satu sama lain. Buku ini memperkenalkan gagasan utama tentang feminisme gelombang-kedua dan feminis cultural studies la…
Abstrak Belum Tersedia
Abstrak Belum Tersedia
Abstrak Belum Tersedia
Abstrak Belum Tersedia
Abstrak Belum Tersedia
Abstrak Belum Tersedia
Abstrak Belum Tersedia
Abstrak Belum Tersedia