Buku ini memperbincangkan sejumlah buku sastra yang pernah terbit. Sebagian besar buku tersebut berupa novel, baik karya asli maupun karya terjemahan. Namun terdapat bentuk-bentuk karya yang lain seperti cerita pendek, puisi, drama, prosa liris, surat, dan catatan harian. Karya yang dibahas pun beragam, mulai dari karya asli dari pengarang Indonesia seperti Asrul Sani, Seno Gumira Ajidarma, Lei…
Menyandang nama Indonesia bukanlah perkara mudah. Hal ini dialami oleh anak Mala dan Nora. Banyak teror, baik fisik maupun mental yang harus dihadapinya ketika membawa nama ini ke hadapan publik. Indonesia adalah sosok yang kuat dan unik. Jiwa nasionalisnya sudah terpupuk sejak bayi. Ia hanya bisa dininabobokan dengan lagu “Indonesia Raya”. Namun, sanggupkah ia menghadapi dosa warisan dari …
Daya tarik cerpen-cerpen ini terutama bukanlah lantaran jalan ceritanya, tetapi karena Putu bisa menggabungkan beberapa hal yang nampaknya saling bertentangan dan karena itu saling menantang atau saling mengejek: gayanya yang bermain-main tanpa beban, kalimatnya yang tegas dan lugas, peristiwa-peristiwa remeh-temeh dan sebuah surprise yang serius di salah satu bagian ceritanya.
Novel ini merupakan novel kedua dari tretalogi novel Dangdut karya Putu Wijaya. Novel ini berlatar belakang kehidupan rakyat miskin yang terbuai akan uang, dan politik yang telah mempermainkan mereka. Tentang keglamoran hidup dan ketimpangan yang ada. Tentang dunia jurnalistik yang penuh cobaan dalam menentukan sikap dan kecondongan dalam oposisi berpendapat. Seperti novel Putu Wijaya lainny…